logo PP Taruna Paren

Pondok Pesantren Taruna

Nurus Sholeh Paren

Berita

Halal Bi Halal dan Pembukaan Kembali Kegiatan Pesantren

Paren – 30/03/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menyelenggarakan acara Halal Bi Halal sebagai tanda dimulainya kembali seluruh kegiatan pesantren setelah libur panjang Idul Fitri 1447 H. Libur panjang sebelumnya berlangsung sejak Kamis, 12 Maret 2026, hingga Minggu, 29 Maret 2026. Acara Halal Bi Halal ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas pesantren, baik guru maupun santri, untuk memperbarui semangat kebersamaan, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta meneguhkan kembali niat dalam menjalankan aktivitas belajar dan ibadah setelah melewati bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Kegiatan diawali dengan kerja bakti bersama antara guru dan santri. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar Masjid Al-Huda Paren, khususnya sisa-sisa bungkus petasan yang masih berserakan pasca perayaan Idul Fitri. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga mengajarkan nilai tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebersamaan dalam menjaga fasilitas pesantren. Dengan suasana penuh semangat, santri dan guru bahu-membahu memastikan bahwa lingkungan pesantren kembali bersih dan nyaman untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, tepat pukul 07.30 WIB, seluruh santri dan guru berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara apel pagi. Upacara ini menjadi simbol resmi dimulainya kembali aktivitas pesantren setelah libur panjang. Pada kesempatan tersebut, Bu Anggun, salah satu guru di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren, bertindak sebagai pemimpin upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan beberapa nasihat penting yang bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat para santri setelah liburan. Beliau menekankan bahwa liburan bukanlah alasan untuk melupakan kewajiban, melainkan kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, setelah kembali ke pondok, santri diharapkan mampu menata kembali niat, memperbarui semangat belajar, dan menjaga kedisiplinan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Sekitar pukul 07.45 WIB, acara apel resmi ditutup dan dilanjutkan dengan kegiatan salam-salaman antara guru dan santri. Tradisi salam-salaman ini menjadi simbol nyata dari Halal Bi Halal, di mana seluruh civitas pesantren saling berjabat tangan, bermaafan, dan mempererat tali silaturahmi. Suasana penuh kehangatan dan keakraban terasa dalam momen tersebut, mencerminkan nilai luhur Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan memperbarui hubungan antar sesama.

Dalam konteks keislaman, Idul Fitri memang menjadi saat yang sangat istimewa. Manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari kesalahan memiliki kecenderungan untuk berbuat khilaf. Oleh karena itu, Halal Bi Halal menjadi wadah untuk saling memaafkan, menghapus kesalahan masa lalu, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Idul Fitri juga dikenal sebagai hari kemenangan, bukan sekadar kemenangan dalam arti lahiriah, melainkan kemenangan spiritual atas hawa nafsu yang berhasil dikendalikan selama bulan Ramadhan. Kemenangan ini menjadi penanda bahwa jiwa telah ditempa untuk lebih kuat, lebih sabar, dan lebih taat kepada Allah SWT.

Selain itu, Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk memperbarui niat. Dalam tradisi Islam, pembaruan kondisi diri yang telah disucikan selama Ramadhan haruslah dibarengi dengan tajdidun niyah (pembaruan niat). Hal ini berarti menata kembali niat yang mungkin telah bergeser dari jalurnya agar kembali ke arah yang benar dan mengarah pada tujuan yang tepat, yaitu ridha Allah SWT. Dengan pembaruan niat, setiap santri diharapkan mampu menjalani kegiatan pesantren dengan semangat baru, penuh keikhlasan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu serta beribadah.

Acara Halal Bi Halal di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Guru dan santri bersama-sama merasakan kehangatan kebersamaan, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan kembali komitmen untuk menjalankan aktivitas pesantren dengan lebih baik. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi atas kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa Halal Bi Halal bukan hanya tradisi, melainkan sarana untuk memperbarui diri, memperkuat iman, dan meneguhkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu dan beribadah. Safah

Berita

Libur Panjang Menyambut Idul Fitri 1447 H

Paren – 10/03/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang menjadi penanda dimulainya masa libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Acara tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Nur Sholeh, dan diikuti oleh seluruh santri yang berkumpul di asrama bawah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian nasihat terakhir sebelum liburan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan, doa bersama, serta penguatan spiritual bagi seluruh santri agar tetap menjaga nilai-nilai pesantren selama masa liburan.

Libur panjang yang ditetapkan oleh pihak pondok berlangsung mulai hari Kamis, 12 Maret 2026, hingga Minggu, 29 Maret 2026. Penetapan masa libur ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa santri membutuhkan waktu yang cukup untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, serta mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Dengan adanya libur panjang ini, diharapkan para santri dapat memanfaatkan waktu secara bijak, menjaga akhlak, serta tetap mengingat pesan-pesan yang telah disampaikan oleh pimpinan pondok.

Acara kuliah umum dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan kegiatan tahlil bersama. Doa dan lantunan dzikir dipanjatkan dengan penuh khidmat, menciptakan suasana religius yang mendalam. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah di antara para santri, serta mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan dalam beribadah. Tahlil dilaksanakan sambil menunggu waktu berbuka puasa, sehingga para santri dapat mengisi waktu menjelang maghrib dengan kegiatan yang penuh makna. Tepat pada pukul 17.45 WIB, setelah adzan berkumandang, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Takjil sederhana yang disediakan pondok menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan, mengajarkan santri untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Setelah berbuka, seluruh santri melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Seusai sholat, KH. Nur Sholeh menyampaikan kuliah umum terakhir sebelum liburan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak dan perilaku selama berada di luar pondok. Beliau mengingatkan agar santri tetap menjaga sholat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menghindari perbuatan yang dapat merusak nama baik diri sendiri maupun pondok. Selain itu, KH. Nur Sholeh juga menekankan agar santri memanfaatkan liburan untuk membantu orang tua, mempererat silaturahmi dengan keluarga, serta tetap menjaga semangat belajar meskipun berada di luar lingkungan pesantren.

Kegiatan kuliah umum ini berlangsung dengan penuh perhatian dari para santri. Mereka mendengarkan nasihat pimpinan pondok dengan seksama, menyadari bahwa pesan-pesan tersebut merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan di luar pondok. Suasana khidmat dan penuh rasa haru menyelimuti acara, mengingat bahwa liburan panjang akan memisahkan santri dari rutinitas pondok untuk sementara waktu. Namun demikian, semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan di pondok diharapkan tetap melekat dalam diri setiap santri.

Dengan berakhirnya kuliah umum tersebut, secara resmi Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menetapkan dimulainya masa libur panjang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi atas kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa liburan bukanlah waktu untuk melupakan kewajiban, melainkan kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat, serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan di pondok.

Semoga liburan panjang yang telah ditetapkan dapat memberikan manfaat, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh santri dan keluarga mereka, serta menjadikan momentum Idul Fitri 1447 H sebagai ajang untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Safah

Berita

Sosialisasi KUA Banyubiru tentang Bimbingan Konseling di Pondok Pesantren Taruna Paren

Paren, 5 Februari 2026 – Pondok Pesantren Taruna Paren mendapat kesempatan mengikuti sosialisasi Bimbingan Konseling yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Banyubiru. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Agama yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di Banyubiru, khususnya yang berada di bawah naungan Kemenag.

Acara berlangsung pukul 13.00–14.00 WIB dengan menghadirkan dua pemateri utama, yakni Bapak Ihsanuddin dan Bapak Arif Rohman.

Apa itu Bimbingan Konseling?

Bimbingan Konseling (BK) adalah layanan bantuan yang diberikan kepada individu melalui proses interaksi, dengan tujuan membantu mereka memahami diri, mengatasi masalah pribadi, sosial, belajar, maupun karier, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.

Antusiasme Santri

Para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Salah satunya, Siti (kelas 12), menyampaikan bahwa materi BK sangat berguna bagi generasi muda. Materi sosialisasi berfokus pada pengenalan perbuatan menyimpang dan cara mencegahnya, terutama bagi anak muda yang masih rentan dalam pengambilan keputusan.

Suasana saat sosialisasi Kemenag tentang Bimbingan & Konseling 2
Suasana saat sosialisasi Kemenag tentang Bimbingan & Konseling 2

Menurut Siti, meskipun kehidupan di pondok pesantren sudah terawasi, bekal pengetahuan ini tetap penting agar santri mampu menyikapi keadaan dengan bijak ketika suatu saat berada di luar pondok.

Materi Sosialisasi

Dalam pemaparan, staf KUA menjelaskan sejumlah perilaku menyimpang yang sering terjadi di kalangan pelajar, di antaranya: pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika/obat terlarang, balapan liar, tawuran, menonton video tidak mendidik, dsb.

Selain itu, pemateri juga mencontohkan kasus nyata seorang santri yang menghadapi masalah pribadi dan hampir mengambil jalan pintas yang merugikan. Dengan bimbingan kiai, santri tersebut diarahkan untuk mengamalkan amalan yang menenangkan hati sehingga mampu mengambil keputusan lebih logis dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Harapan Santri

Para santri berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali. Hasil wawancara menunjukkan bahwa setelah sosialisasi, mereka lebih terbuka untuk dibimbing dan diarahkan, sehingga keputusan yang diambil lebih matang dan terarah.

Kegiatan ini juga menambah wawasan bagi santri yang baru mengenal dunia BK, sekaligus memperdalam pemahaman bagi mereka yang sudah mengetahui dasar-dasarnya.

Penutup

Masa muda seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Namun, tanpa bimbingan yang tepat, hal ini sulit tercapai di tengah derasnya arus liberalisme dan pengaruh global. Sosialisasi Bimbingan Konseling di Pondok Pesantren Taruna Paren menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda agar tetap berada di jalur yang benar.

Berita

Latihan Dasar Kepemimpinan Santri Padang Jagat di Pondok Pesantren Taruna Paren

Paren – 27/01/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren resmi menjadi tuan rumah untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti 40 santri dari PP.  Padang Jagat, Boyolali. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (27–29 Januari 2026), dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta kebersamaan para santri.

Kedatangan dan Penyambutan

Para peserta tiba di PP. Taruna Paren pada Senin sore, 26 Januari 2026. Mereka disambut hangat oleh para guru yang telah bersiap di lokasi. Setelah acara penyambutan, santri ditempatkan di asrama bawah lantai 3 yang selama ini belum difungsikan, sehingga menjadi pengalaman baru bagi mereka. Pada malam harinya, peserta langsung mendapatkan materi pembekalan awal sebagai pengantar sebelum memasuki jadwal resmi LDK.

Hari Pertama: Selasa, 27 Januari 2026

Kegiatan dimulai sejak dini hari dengan Sholat Subuh berjamaah dan ngaji bersama di Masjid Al-Huda. Setelah itu, santri melaksanakan pembersihan lingkungan dan diri, sarapan bersama, serta apel pagi yang dilanjutkan dengan Sholat Dhuha.

Acara resmi LDK dibuka oleh K.H. Nur Soleh, M.Pd, kemudian dilanjutkan dengan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dibimbing oleh anggota Koramil. Siang harinya, peserta mengikuti materi 3B (Kebersihan) bersama Mb. Sodah dan Refleksi Paradigma Diri oleh Khomad Subekhi, S.Ag.

Sesi pelatihan LDK di dalam kelas saat malam hari
Sesi pelatihan LDK di dalam kelas saat malam hari

Sore hari diisi dengan olahraga bersama, sementara malam harinya santri mengikuti materi Kepesantrenan yang disampaikan oleh H. Fauzan Sulthoni, S.Ag. Diskusi kelompok menutup rangkaian kegiatan sebelum peserta beristirahat.

Hari Kedua: Rabu, 28 Januari 2026

Hari kedua dimulai dengan Sholat Tahajud dan Subuh berjamaah. Setelah apel pagi, peserta kembali berlatih PBB, lalu menerima materi Bela Negara dari Komando Rayon Militer (Koramil) Banyubiru.

Materi inti hari itu adalah Keorganisasian oleh H. Fauzan Sulthoni, S.Ag, Manajemen Konflik oleh Syaiful Romadlon, S.Pd, serta Leadership yang kembali dibawakan oleh H. Fauzan Sulthoni, S.Ag. Malam harinya, santri mengikuti Rencana Kerja Pondok (RKP) bersama KH. Nur Soleh, dilanjutkan dengan Renungan Malam yang penuh makna.

Hari Ketiga: Kamis, 29 Januari 2026

Hari terakhir menjadi momen paling berkesan. Setelah rutinitas pagi, peserta mengikuti kegiatan outbound di Kali Pandang. Outbound ini menempuh jarak sekitar 5 km dengan lima pos tantangan, yaitu:

  • Pos Baris-berbaris
  • Pos Keagamaan dan Etika
  • Pos Kebersihan
  • Pos 5S (Senyum, Sapa, Sopan, Santun, Salam)
  • Pos Mini Games
Pemberian tugas di salah satu Pos Outbond
Pemberian tugas di salah satu Pos Outbond

Peserta dibagi menjadi 8 kelompok, dan setiap pos memberikan nilai yang kemudian dikalkulasikan untuk menentukan kelompok terbaik. Outbound ini menjadi ajang refreshing sekaligus penguatan nilai kebersamaan.

Acara ditutup dengan Upacara Penutupan yang dipimpin K.H. Nur Soleh, M.Pd.

Penutup

LDK PP. Padang Jagat di Taruna Paren tidak hanya memberikan bekal teori kepemimpinan, tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab melalui praktik nyata. Selama tiga hari, santri ditempa dengan kegiatan yang terstruktur, mulai dari apel, kebersihan, keorganisasian, hingga outbound.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi santri Padang Jagat untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan yang berkarakter, berdisiplin, dan berakhlak mulia, sehingga kelak mampu menjadi teladan di lingkungan pondok maupun masyarakat. Safah

Berita

PP. Taruna Paren Ikut Menyemarakan POPDA Kabupaten Semarang 2026

Kab. Semarang – 29/01/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren ikut serta dalam acara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Semarang. Pada hari Kamis, 29 Januari 2026 seluruh peserta yang telah melakukan registrasi keikutsertaan berkumpul di Lapangan Wujil Ungaran untuk melakukan seremoni pembukaan kegiatan POPDA.  

Kab. Semarang – 29/01/2026, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Semarang kembali digelar pada tahun 2026 dengan semangat baru dan antusiasme tinggi dari seluruh pelajar. Ajang bergengsi ini berlangsung mulai tanggal 27 Januari hingga 6 Februari 2026, dengan seremoni pembukaan yang meriah pada Kamis, 29 Januari 2026 di Lapangan Wujil Ungaran. Ribuan pelajar dari berbagai sekolah negeri maupun swasta hadir untuk menyaksikan momen bersejarah yang menjadi simbol kebersamaan dan sportivitas.

POPDA Kabupaten Semarang tahun ini mempertandingkan 16 cabang olahraga yang tersebar di berbagai lokasi. Stadion Pandanaran Wujil menjadi pusat kegiatan utama, sementara beberapa cabang lain digelar di fasilitas olahraga berbeda, seperti GOR Serbaguna Wujil, Kolam Renang Singampon, Aula SMAN 1 Bergas, hingga Kampus 3 UIN Salatiga yang khusus digunakan untuk cabang panjat tebing. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola basket, bola voli, bulutangkis, atletik, renang, pencak silat, taekwondo, karate, wushu, panahan, tenis lapangan, tenis meja, senam, serta panjat tebing.

Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren turut ambil bagian dalam perhelatan ini dengan mengirimkan atlet terbaiknya di empat cabang olahraga. Divisi renang 50 meter diwakili oleh Aham, Faizul, dan Robi yang telah berlatih intensif untuk menghadapi persaingan ketat. Cabang pencak silat diwakili oleh Aji Purwoko. Cabang atletik, khususnya lari, diwakili oleh Jovan. Sementara itu, cabang bulutangkis diwakili oleh Fahri yang diharapkan mampu memberikan permainan terbaiknya.

Keikutsertaan PP. Taruna Paren dalam POPDA bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter santri. Melalui olahraga, para peserta belajar tentang disiplin, kerja sama tim, sportivitas, serta semangat pantang menyerah. Hal ini sejalan dengan visi pesantren yang tidak hanya menekankan aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga pengembangan potensi diri secara menyeluruh.

Tema POPDA tahun ini, “Bergerak, Bersatu Raih Prestasi”, menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk berjuang dengan penuh semangat. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Lebih dari itu, POPDA juga menjadi wadah silaturahmi antar pelajar, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah Kabupaten Semarang.

Dengan dukungan penuh dari para pembina dan pelatih, santri PP. Taruna Paren optimis dapat memberikan hasil terbaik. Latihan yang konsisten, persiapan matang, serta doa dan ikhtiar menjadi bekal utama dalam menghadapi kompetisi. Semoga keikutsertaan mereka tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membentuk pribadi unggul di masa depan.

Partisipasi aktif PP. Taruna Paren dalam POPDA Kabupaten Semarang 2026 menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu bersinergi dengan dunia pendidikan formal dalam mencetak generasi yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan para santri dapat mengharumkan nama lembaga sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga pelajar di Kabupaten Semarang. Safah

Berita

Tradisi Manaqib di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren

Paren – 22/01/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menggelar acara manaqib yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat pondok. Hadir dalam acara tersebut para kiai, staf dapur (anshor), santri, serta guru-guru. Kehadiran beragam unsur ini menunjukkan bahwa tradisi manaqib bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga wadah kebersamaan yang mempererat hubungan antar warga pesantren.

Sejarah dan Asal-Usul Manaqib

Tradisi manaqib berakar dari kisah-kisah keutamaan, kebijakan, dan kekeramatan para wali, sufi, serta ulama besar. Salah satu tokoh utama yang menjadi pusat tradisi ini adalah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang sufi besar yang memiliki pengaruh mendalam dalam perkembangan Islam, termasuk di Nusantara. Beliau lahir pada 1 Ramadhan 470 H atau 1077 M di desa Jailan, Tabaristan (Iran). Nama “Al-Jailani” dinisbatkan kepada daerah kelahirannya.

Syekh Abdul Qadir dikenal sebagai Sulthonul Auliya (Raja para Wali) karena kedalaman ilmu dan keteladanan akhlaknya. Ajarannya disebut tasawuf akhlaqi, yaitu tasawuf yang menekankan pembinaan moral dan akhlak. Beliau wafat pada tahun 561 H/1166 M di Baghdad, dan makamnya hingga kini menjadi salah satu pusat ziarah umat Islam.

Pengertian Manaqib

Dalam bahasa Indonesia, manaqib berarti kisah kekeramatan para wali. Secara istilah, ia merujuk pada cerita-cerita tentang kepribadian mulia dan karomah para ulama, yang biasanya disampaikan oleh juru kunci makam, keluarga, murid, atau ditulis dalam kitab sejarah sufi. Membacakan manaqib bukan sekadar mengulang cerita, melainkan menghadirkan teladan hidup yang dapat dijadikan inspirasi oleh umat.

Kitab-kitab yang memuat manaqib Syekh Abdul Qadir antara lain:

  • Bahjat al-Asrar karya asy-Syattanawi (713 H/1313 M), berisi biografi dan kisah karomah beliau.
  • Khulasah al-Mafakhir karya al-Yafi’i (768 H/1367 M), memuat lebih dari 200 kisah kesalehan.
  • Khalaid al-Jawahir karya al-Tadifi, lebih historis dan membahas kehidupan serta keturunan beliau.
  • Natijah at-Tahqiq karya Abdullah Muhammad ad-Dilai (1136 H/1724 M), berisi ucapan dan nasihat beliau.

Tradisi Manaqiban di Indonesia

Di Indonesia, tradisi manaqiban berkembang pesat melalui jaringan pesantren dan tarekat Qadiriyah. Banyak pondok pesantren melaksanakan acara ini secara rutin, baik bulanan maupun tahunan. Walaupun tidak dicontohkan secara langsung oleh Nabi Muhammad, tradisi ini memiliki nilai positif yang besar.

Beberapa manfaat yang dirasakan antara lain:

  • Dzikrul maut: mengingat kematian sebagai pengingat akan kefanaan hidup.
  • Roja’: memohon keselamatan dunia dan akhirat kepada Allah.
  • Ibroh: mengambil hikmah dari kisah orang-orang shalih untuk memperkuat iman.
  • Kebersamaan sosial: mempererat hubungan antar warga pesantren dan masyarakat sekitar.

Tradisi ini juga berfungsi sebagai media dakwah kultural. Melalui bahasa yang indah dan kisah yang menyentuh, manaqib mampu menyampaikan pesan moral dan spiritual dengan cara yang mudah diterima oleh masyarakat.

Acara di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren

Acara manaqib di Paren malam itu dipimpin oleh K.H. Nur Sholeh bersama K.H. Agus (Sragen) Susunan acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, kemudian dzikir bersama. Suasana khidmat terasa ketika jamaah mendengarkan kisah-kisah keteladanan beliau, yang mengingatkan akan pentingnya akhlak mulia dan kedekatan kepada Allah.

Setelah acara ditutup, seluruh jamaah menikmati makan malam bersama. Momen ini menjadi simbol kebersamaan, di mana tidak ada sekat antara kiai, guru, santri, maupun staf pondok. Semua duduk bersama, berbagi hidangan, dan memperkuat rasa persaudaraan.

Nilai dan Hikmah

Tradisi manaqib bukan sekadar ritual, tetapi sarana pendidikan spiritual. Melalui kisah Syekh Abdul Qadir, jamaah diajak untuk meneladani sifat sabar, tawakal, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran. Selain itu, acara ini juga mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian, sehingga setiap orang harus mempersiapkan diri dengan amal shalih.

Lebih jauh, manaqib berfungsi sebagai jembatan antara tradisi keilmuan Islam klasik dengan kehidupan masyarakat modern. Ia mengajarkan bahwa nilai-nilai spiritual tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Penutup

Acara manaqib di PP.  Taruna Nurus Sholeh Paren pada 22 Januari 2026 menjadi bukti bahwa tradisi Islam klasik masih hidup dan berakar kuat di pesantren Indonesia. Melalui kisah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, jamaah tidak hanya mengenang seorang wali besar, tetapi juga mengambil hikmah untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Safah

Berita

Pelatihan Olahraga Renang Untuk Santri Taruna Paren

Kegiatan Latihan Renang Mingguan

Paren, 17/01/2026, Pondok Pesantren Taruna Paren mengawali kegiatan rutin berupa latihan renang mingguan yang dilaksanakan di Pemandian Muncul, Banyubiru, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri tanpa terkecuali, sebagai bagian dari program pembinaan fisik dan keterampilan yang telah dirancang oleh pihak pondok.  

Keberangkatan dimulai pukul 13.00 WIB, tepat setelah pelaksanaan shalat Jumat berjamaah di pondok. Para santri berangkat dengan penuh semangat, didampingi oleh para guru pembimbing. Perjalanan menuju lokasi pemandian memakan waktu kurang lebih 30 menit, sehingga rombongan tiba di tempat pada pukul 13.30 WIB. Setibanya di lokasi, para santri dikumpulkan untuk menerima pengarahan singkat dari instruktur dan pendamping. Pengarahan ini bertujuan agar latihan yang dilakukan tidak sekadar menjadi aktivitas fisik biasa, melainkan benar-benar memberikan manfaat dan hasil yang optimal.  

Instruktur utama dalam kegiatan ini adalah Al-Ustadz Khomad Subekhi, S.Ag., yang sekaligus bertindak sebagai pendamping. Beliau memberikan pelajaran dasar mengenai teknik berenang, mulai dari cara mengatur pernapasan, menjaga keseimbangan tubuh di dalam air, hingga gerakan-gerakan sederhana yang menjadi fondasi bagi keterampilan renang. Dengan penuh kesabaran, beliau membimbing para santri yang masih pemula, serta memberikan tantangan tambahan bagi santri yang sudah lebih terampil.  

Latihan berlangsung dengan suasana penuh antusiasme. Para santri tampak bersemangat mencoba setiap instruksi yang diberikan. Ada yang masih tampak canggung ketika pertama kali masuk ke dalam air, namun dengan dorongan motivasi dari teman-teman dan bimbingan ustadz, mereka perlahan mulai terbiasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, serta kebersamaan di antara para santri.  

gambaran santri sedang mempraktikan instruktur renang yang diberikan
Gambaran santri sedang mempraktikan instruktur renang yang diberikan

Sesi latihan renang berakhir pada pukul 16.00 WIB. Sebelum kegiatan ditutup, ustadz kembali memberikan evaluasi singkat mengenai apa yang telah dipelajari pada hari itu. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam berlatih, karena keterampilan berenang tidak dapat dikuasai hanya dalam satu kali pertemuan. Setelah itu, para santri diarahkan untuk bersiap kembali ke pondok. Rombongan kemudian diangkut dengan tertib menuju PP. Taruna Paren, membawa pengalaman berharga dari kegiatan hari itu.  

Pentingnya Berenang dalam Perspektif Islam

gambaran santri sedang mempraktikan instruktur renang yang diberikan
gambaran santri sedang mempraktikan instruktur renang yang diberikan

Berenang merupakan salah satu keterampilan yang dianjurkan dalam Islam, bersama dengan memanah dan berkuda. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga fisik memiliki kedudukan penting dalam pembinaan umat. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ajarilah anak-anak kalian berenang, memanah, dan (untuk perempuan) memintal.” Hadis ini menegaskan bahwa keterampilan fisik seperti berenang bukanlah sekadar hiburan, melainkan bagian dari pendidikan yang bermanfaat bagi kehidupan.  

Anjuran Rasulullah SAW untuk berlatih berenang tidak berarti kewajiban, melainkan sebuah dorongan agar umat Islam memiliki keterampilan yang berguna. Menariknya, anjuran ini sejalan dengan penemuan sains modern yang membuktikan bahwa berenang memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan mental. Dengan demikian, ajaran Islam terbukti relevan sepanjang masa, bahkan semakin kuat dengan dukungan ilmu pengetahuan kontemporer.  

Manfaat Berenang bagi Kesehatan

Dari sisi kesehatan, berenang memiliki manfaat yang sangat luas. Beberapa di antaranya adalah:  

– Kardiovaskular (Jantung dan Paru-paru): Berenang melatih jantung dan paru-paru untuk bekerja lebih efisien. Aktivitas ini meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat sistem pernapasan, serta membantu menjaga kesehatan organ vital.  

– Otot dan Sendi: Gerakan berenang melibatkan hampir seluruh otot tubuh, sehingga membantu menguatkan otot secara merata. Selain itu, karena tubuh ditopang oleh air, berenang menjadi olahraga yang aman bagi penderita nyeri sendi atau orang yang memiliki masalah pada tulang belakang.  

– Koordinasi dan Keseimbangan: Latihan berenang melatih koordinasi antara gerakan tangan, kaki, dan pernapasan. Hal ini meningkatkan kemampuan motorik sekaligus melatih keseimbangan tubuh.  

– Mental dan Emosional: Berenang juga terbukti dapat mengurangi stres, meningkatkan rasa rileks, serta memberikan efek positif bagi kesehatan mental. Aktivitas di dalam air sering kali membuat seseorang merasa lebih tenang dan segar.  

Selain manfaat-manfaat tersebut, berenang juga dapat membantu menjaga berat badan ideal, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan.  

Kesimpulan

Kegiatan latihan renang mingguan yang dilaksanakan PP. Taruna Paren bukan hanya sekadar aktivitas olahraga, melainkan bagian dari pendidikan keterampilan hidup yang bernilai. Dengan adanya bimbingan dari ustadz dan dukungan penuh dari pondok, para santri tidak hanya memperoleh pengalaman fisik, tetapi juga pelajaran tentang kedisiplinan, keberanian, dan kebersamaan.  

Berenang sebagai keterampilan yang dianjurkan dalam Islam terbukti memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan manusia modern. Dari sisi kesehatan, olahraga ini memberikan manfaat besar bagi tubuh dan mental. Dari sisi spiritual, ia menjadi bagian dari sunnah yang patut dijaga dan dilestarikan.  

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung secara rutin, sehingga para santri PP. Taruna Paren tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki fisik yang sehat, keterampilan yang bermanfaat, serta mental yang kuat untuk menghadapi tantangan kehidupan. Safah

Berita

Beladiri Menjadi Ekstrakurikuler Wajib Bagi Santri Taruna Paren

Pelatihan Beladiri Resmi Dimulai

Paren 16/01/2026, Pondok Pesantren Taruna Paren resmi memulai kegiatan pelatihan beladiri bagi seluruh santri. Program ini ditetapkan sebagai salah satu ekstrakurikuler baru yang bertujuan memperkuat karakter, kedisiplinan, serta kesehatan jasmani santri.

Latihan beladiri dijadwalkan rutin setiap hari Jum’at sore, dimulai pukul 16.00 WIB, dengan frekuensi satu kali dalam seminggu. Seluruh santri diwajibkan mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh yang tidak hanya menekankan aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga fisik dan mental.

Peserta dan Instruktur

Peserta pelatihan adalah seluruh santri PP. Taruna Paren. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Al-Ustadz Syaiful, salah satu guru di PP. Taruna Paren, yang berperan sebagai koordinator kegiatan. Selain itu, pihak pesantren juga menghadirkan instruktur beladiri profesional dari luar, yaitu Al-Ustadz Umri Jauhari, yang memiliki pengalaman panjang dalam melatih berbagai kelompok masyarakat. Kehadiran instruktur eksternal diharapkan mampu memberikan nuansa baru, memperkaya teknik, serta meningkatkan kualitas pembelajaran beladiri di lingkungan pesantren.

Rangkaian Kegiatan

Pelatihan dimulai dengan sesi pemanasan dan peregangan otot untuk memastikan kesiapan fisik para santri. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan latihan teknis beladiri yang terstruktur. Materi yang diberikan mencakup gerakan dasar, teknik pertahanan, serta strategi serangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta.

Beladiri yang diajarkan di PP. Taruna Paren mengacu dari Pagar Nusa, salah satu aliran beladiri yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pemilihan Pagar Nusa bukan tanpa alasan. Selain memiliki akar budaya yang kuat di masyarakat sekitar, aliran ini juga dikenal menekankan nilai-nilai spiritual, moral, dan kebersamaan. Dengan demikian, kegiatan beladiri tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan visi pesantren.

Alasan Pemilihan Ekstrakurikuler Beladiri

Penetapan beladiri sebagai ekstrakurikuler baru didasari oleh beberapa pertimbangan penting:

  • Pembentukan Karakter: Beladiri melatih kedisiplinan, keberanian, dan rasa tanggung jawab.
  • Kesehatan Jasmani: Latihan rutin membantu menjaga kebugaran tubuh santri.
  • Kesiapan Mental: Beladiri menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan mengendalikan emosi.
  • Kearifan Lokal: Pagar Nusa sebagai aliran beladiri tradisional sesuai dengan budaya masyarakat sekitar.
  • Integrasi Pendidikan: Kegiatan ini melengkapi pendidikan pesantren yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama, akademik, dan keterampilan hidup.

Penutup

Pihak pesantren berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah positif bagi santri untuk menyalurkan energi, mengembangkan potensi, serta memperkuat ikatan kebersamaan. Dengan adanya pelatihan beladiri, santri diharapkan mampu menjaga diri, menghormati orang lain, dan meneladani nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Pagar Nusa.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk mengembangkan program ekstrakurikuler yang seimbang antara aspek spiritual, intelektual, dan fisik.

Semoga pelatihan beladiri di PP. Taruna Paren berjalan lancar, memberikan manfaat besar bagi seluruh santri, serta menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Safah

Berita

Sosialisasi Pembentukan Poskestren Bersama Puskesmas Banyubiru

Sosialisasi pembentukan Poskestren di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren bersama Puskesmas Banyubiru menegaskan pentingnya kesehatan sebagai penunjang mutu pendidikan.
Poskestren hadir sebagai upaya kesehatan berbasis pesantren dengan prinsip dari, oleh, dan untuk warga pesantren.
Tujuannya meningkatkan derajat kesehatan santri melalui layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.