Libur Panjang Menyambut Idul Fitri 1447 H
Paren – 10/03/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang menjadi penanda dimulainya masa libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Acara tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Nur Sholeh, dan diikuti oleh seluruh santri yang berkumpul di asrama bawah. Kegiatan ini […]
Paren – 10/03/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang menjadi penanda dimulainya masa libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Acara tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Nur Sholeh, dan diikuti oleh seluruh santri yang berkumpul di asrama bawah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian nasihat terakhir sebelum liburan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan, doa bersama, serta penguatan spiritual bagi seluruh santri agar tetap menjaga nilai-nilai pesantren selama masa liburan.
Libur panjang yang ditetapkan oleh pihak pondok berlangsung mulai hari Kamis, 12 Maret 2026, hingga Minggu, 29 Maret 2026. Penetapan masa libur ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa santri membutuhkan waktu yang cukup untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, serta mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Dengan adanya libur panjang ini, diharapkan para santri dapat memanfaatkan waktu secara bijak, menjaga akhlak, serta tetap mengingat pesan-pesan yang telah disampaikan oleh pimpinan pondok.
Acara kuliah umum dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan kegiatan tahlil bersama. Doa dan lantunan dzikir dipanjatkan dengan penuh khidmat, menciptakan suasana religius yang mendalam. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah di antara para santri, serta mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan dalam beribadah. Tahlil dilaksanakan sambil menunggu waktu berbuka puasa, sehingga para santri dapat mengisi waktu menjelang maghrib dengan kegiatan yang penuh makna. Tepat pada pukul 17.45 WIB, setelah adzan berkumandang, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Takjil sederhana yang disediakan pondok menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan, mengajarkan santri untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Setelah berbuka, seluruh santri melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Seusai sholat, KH. Nur Sholeh menyampaikan kuliah umum terakhir sebelum liburan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak dan perilaku selama berada di luar pondok. Beliau mengingatkan agar santri tetap menjaga sholat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menghindari perbuatan yang dapat merusak nama baik diri sendiri maupun pondok. Selain itu, KH. Nur Sholeh juga menekankan agar santri memanfaatkan liburan untuk membantu orang tua, mempererat silaturahmi dengan keluarga, serta tetap menjaga semangat belajar meskipun berada di luar lingkungan pesantren.
Kegiatan kuliah umum ini berlangsung dengan penuh perhatian dari para santri. Mereka mendengarkan nasihat pimpinan pondok dengan seksama, menyadari bahwa pesan-pesan tersebut merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan di luar pondok. Suasana khidmat dan penuh rasa haru menyelimuti acara, mengingat bahwa liburan panjang akan memisahkan santri dari rutinitas pondok untuk sementara waktu. Namun demikian, semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan di pondok diharapkan tetap melekat dalam diri setiap santri.
Dengan berakhirnya kuliah umum tersebut, secara resmi Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menetapkan dimulainya masa libur panjang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi atas kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa liburan bukanlah waktu untuk melupakan kewajiban, melainkan kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat, serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan di pondok.
Semoga liburan panjang yang telah ditetapkan dapat memberikan manfaat, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh santri dan keluarga mereka, serta menjadikan momentum Idul Fitri 1447 H sebagai ajang untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Safah