logo PP Taruna Paren

Pondok Pesantren Taruna

Nurus Sholeh Paren

Berita

Halal Bi Halal dan Pembukaan Kembali Kegiatan Pesantren

Paren – 30/03/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menyelenggarakan acara Halal Bi Halal sebagai tanda dimulainya kembali seluruh kegiatan pesantren setelah libur panjang Idul Fitri 1447 H. Libur panjang sebelumnya berlangsung sejak Kamis, 12 Maret 2026, hingga Minggu, 29 Maret 2026. Acara Halal Bi Halal ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas pesantren, baik guru maupun santri, untuk memperbarui semangat kebersamaan, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta meneguhkan kembali niat dalam menjalankan aktivitas belajar dan ibadah setelah melewati bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Kegiatan diawali dengan kerja bakti bersama antara guru dan santri. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar Masjid Al-Huda Paren, khususnya sisa-sisa bungkus petasan yang masih berserakan pasca perayaan Idul Fitri. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga mengajarkan nilai tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebersamaan dalam menjaga fasilitas pesantren. Dengan suasana penuh semangat, santri dan guru bahu-membahu memastikan bahwa lingkungan pesantren kembali bersih dan nyaman untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, tepat pukul 07.30 WIB, seluruh santri dan guru berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara apel pagi. Upacara ini menjadi simbol resmi dimulainya kembali aktivitas pesantren setelah libur panjang. Pada kesempatan tersebut, Bu Anggun, salah satu guru di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren, bertindak sebagai pemimpin upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan beberapa nasihat penting yang bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat para santri setelah liburan. Beliau menekankan bahwa liburan bukanlah alasan untuk melupakan kewajiban, melainkan kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, setelah kembali ke pondok, santri diharapkan mampu menata kembali niat, memperbarui semangat belajar, dan menjaga kedisiplinan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Sekitar pukul 07.45 WIB, acara apel resmi ditutup dan dilanjutkan dengan kegiatan salam-salaman antara guru dan santri. Tradisi salam-salaman ini menjadi simbol nyata dari Halal Bi Halal, di mana seluruh civitas pesantren saling berjabat tangan, bermaafan, dan mempererat tali silaturahmi. Suasana penuh kehangatan dan keakraban terasa dalam momen tersebut, mencerminkan nilai luhur Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan memperbarui hubungan antar sesama.

Dalam konteks keislaman, Idul Fitri memang menjadi saat yang sangat istimewa. Manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari kesalahan memiliki kecenderungan untuk berbuat khilaf. Oleh karena itu, Halal Bi Halal menjadi wadah untuk saling memaafkan, menghapus kesalahan masa lalu, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Idul Fitri juga dikenal sebagai hari kemenangan, bukan sekadar kemenangan dalam arti lahiriah, melainkan kemenangan spiritual atas hawa nafsu yang berhasil dikendalikan selama bulan Ramadhan. Kemenangan ini menjadi penanda bahwa jiwa telah ditempa untuk lebih kuat, lebih sabar, dan lebih taat kepada Allah SWT.

Selain itu, Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk memperbarui niat. Dalam tradisi Islam, pembaruan kondisi diri yang telah disucikan selama Ramadhan haruslah dibarengi dengan tajdidun niyah (pembaruan niat). Hal ini berarti menata kembali niat yang mungkin telah bergeser dari jalurnya agar kembali ke arah yang benar dan mengarah pada tujuan yang tepat, yaitu ridha Allah SWT. Dengan pembaruan niat, setiap santri diharapkan mampu menjalani kegiatan pesantren dengan semangat baru, penuh keikhlasan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu serta beribadah.

Acara Halal Bi Halal di Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Guru dan santri bersama-sama merasakan kehangatan kebersamaan, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan kembali komitmen untuk menjalankan aktivitas pesantren dengan lebih baik. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi atas kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa Halal Bi Halal bukan hanya tradisi, melainkan sarana untuk memperbarui diri, memperkuat iman, dan meneguhkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu dan beribadah. Safah

Berita

Libur Panjang Menyambut Idul Fitri 1447 H

Paren – 10/03/2026, Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang menjadi penanda dimulainya masa libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Acara tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Nur Sholeh, dan diikuti oleh seluruh santri yang berkumpul di asrama bawah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian nasihat terakhir sebelum liburan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan, doa bersama, serta penguatan spiritual bagi seluruh santri agar tetap menjaga nilai-nilai pesantren selama masa liburan.

Libur panjang yang ditetapkan oleh pihak pondok berlangsung mulai hari Kamis, 12 Maret 2026, hingga Minggu, 29 Maret 2026. Penetapan masa libur ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa santri membutuhkan waktu yang cukup untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, serta mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Dengan adanya libur panjang ini, diharapkan para santri dapat memanfaatkan waktu secara bijak, menjaga akhlak, serta tetap mengingat pesan-pesan yang telah disampaikan oleh pimpinan pondok.

Acara kuliah umum dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan kegiatan tahlil bersama. Doa dan lantunan dzikir dipanjatkan dengan penuh khidmat, menciptakan suasana religius yang mendalam. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah di antara para santri, serta mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan dalam beribadah. Tahlil dilaksanakan sambil menunggu waktu berbuka puasa, sehingga para santri dapat mengisi waktu menjelang maghrib dengan kegiatan yang penuh makna. Tepat pada pukul 17.45 WIB, setelah adzan berkumandang, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Takjil sederhana yang disediakan pondok menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan, mengajarkan santri untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Setelah berbuka, seluruh santri melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Seusai sholat, KH. Nur Sholeh menyampaikan kuliah umum terakhir sebelum liburan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak dan perilaku selama berada di luar pondok. Beliau mengingatkan agar santri tetap menjaga sholat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menghindari perbuatan yang dapat merusak nama baik diri sendiri maupun pondok. Selain itu, KH. Nur Sholeh juga menekankan agar santri memanfaatkan liburan untuk membantu orang tua, mempererat silaturahmi dengan keluarga, serta tetap menjaga semangat belajar meskipun berada di luar lingkungan pesantren.

Kegiatan kuliah umum ini berlangsung dengan penuh perhatian dari para santri. Mereka mendengarkan nasihat pimpinan pondok dengan seksama, menyadari bahwa pesan-pesan tersebut merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan di luar pondok. Suasana khidmat dan penuh rasa haru menyelimuti acara, mengingat bahwa liburan panjang akan memisahkan santri dari rutinitas pondok untuk sementara waktu. Namun demikian, semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan di pondok diharapkan tetap melekat dalam diri setiap santri.

Dengan berakhirnya kuliah umum tersebut, secara resmi Pondok Pesantren Taruna Nurus Sholeh Paren menetapkan dimulainya masa libur panjang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi atas kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa liburan bukanlah waktu untuk melupakan kewajiban, melainkan kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat, serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan di pondok.

Semoga liburan panjang yang telah ditetapkan dapat memberikan manfaat, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh santri dan keluarga mereka, serta menjadikan momentum Idul Fitri 1447 H sebagai ajang untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Safah