Rapat Koordinasi Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah se-Kabupaten Semarang
Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah se-Kabupaten Semarang mengikuti Rapat Koordinasi bersama Kementerian Agama Kabupaten Semarang di Kopeng Park, Getasan. Kegiatan ini membahas kebijakan terbaru, penguatan administrasi madrasah berbasis data, pemberian apresiasi kepada madrasah berprestasi, serta mempererat sinergi melalui kegiatan outbound.
Getasan, 9 Juli 2026 — Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Semarang mengikuti Rapat Koordinasi bersama jajaran Kementerian Agama Kabupaten Semarang pada Rabu (9/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan di Kopeng Park, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang ini bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus menyosialisasikan berbagai kebijakan dan sistem administrasi terbaru bagi madrasah.
Rapat koordinasi dimulai pukul 08.00 dan dibagi ke dalam tiga sesi utama, yaitu sesi sambutan, penyampaian kebijakan dan apresiasi kepada madrasah, serta sosialisasi mengenai sistem administrasi dan perencanaan berbasis data oleh para pengawas madrasah.
Pada sesi pertama, Kepala Biro Pendidikan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Bapak Harun Arrosyid, menyampaikan berbagai kebijakan terbaru yang berkaitan dengan pengelolaan madrasah. Dalam paparannya, beliau juga mengevaluasi perkembangan madrasah secara umum di Kabupaten Semarang, meliputi pelaksanaan Masa Ta’aruf Madrasah (Matsama atau Matamuda untuk istilah barunya), penguatan peran operator EMIS, Gerakan Penggerak Literasi Guru Madrasah, serta berbagai tenggat waktu pelaporan data yang menjadi bagian penting dalam mendukung tertib administrasi madrasah.
Selain menyampaikan kebijakan, Bapak Harun memberikan apresiasi kepada beberapa madrasah yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerimaan peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Salah satu madrasah yang memperoleh penghargaan tersebut adalah MA Taruna Paren, yang dinilai mengalami peningkatan sangat pesat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu madrasah tersebut hanya menerima dua peserta didik baru, pada tahun ini jumlah penerimaan meningkat menjadi 28 siswa dan siswi. Beliau menjelaskan bahwa penilaian didasarkan pada persentase peningkatan dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sementara itu, beberapa madrasah lain juga mengalami peningkatan, meskipun tidak terlalu terlihat secara persentase karena sebelumnya telah memiliki jumlah peserta didik yang relatif besar.
Melalui penghargaan tersebut, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Semarang berharap seluruh madrasah semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan capaian penerimaan peserta didik pada tahun-tahun mendatang.
Selanjutnya, Bapak Harun mempersilakan Bapak Ta’yinul Biri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada empat madrasah penerima apresiasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seorang kepala madrasah harus bekerja dengan sepenuh hati karena setiap proses yang dijalani akan memberikan hasil terbaik. Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga harus diimbangi dengan kerja cerdas dan keikhlasan dalam mengabdi. Menutup arahannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk merenungkan bahwa hampir separuh usia manusia dihabiskan untuk bekerja, sehingga setiap waktu yang diberikan hendaknya dimanfaatkan sebagai bentuk pengabdian yang bernilai.
Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh para pengawas madrasah, yaitu Bapak Idi, Bapak Joko, dan Bapak Mustain. Materi yang disampaikan mencakup penyusunan Kertas Operasional Madrasah (KOM) dan program kerja, pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan program, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan perencanaan dan administrasi madrasah berbasis data. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu madrasah dalam menyusun program yang lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti kegiatan outbound yang bertujuan mempererat kebersamaan, meningkatkan kerja sama, serta membangun kohesivitas antarkepala madrasah di Kabupaten Semarang. Melalui berbagai aktivitas yang dilaksanakan, peserta diajak mengembangkan kreativitas, komunikasi, dan semangat kolaborasi dalam menjalankan kepemimpinan di masing-masing madrasah.
Rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Hasil koordinasi ini diharapkan menjadi bekal bagi seluruh madrasah dalam menyongsong dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara serentak pada hari Senin mendatang, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Kabupaten Semarang.